Sering Buang Air Kecil Di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya

Malam hari adalah waktu untuk beristirahat bagi tubuh dan otak. Namun, ada saja yang mengganggu waktu istirahat tersebut, baik itu banyak pikiran yang menyebabkan gangguan tidur, begitu juga kebiasaan buang air kecil pada tengah malam hari. Sering Buang Air Kecil Di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya.

Sering Buang Air Kecil Di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya

Sering Buang Air Kecil Di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya | Belakangan ini Anda suka kencing di malam hari? Saatnya cari tahu penyebabnya dari kebiasaan makan Anda. Sebuah kongres Penelitian Urologi Masyarakat di London menyatakan, manula (orang berusia di atas 60 tahun ke atas) yang sering kencing di malam hari, bisa mengurangi kondisi tersebut dengan cara membatasi asupan garam dalam makanan sehari-hari.

Apa penyebab sering kencing di malam hari?

Kebanyakan orang berusia di atas 60 tahun sering terbangun 2-4 kali dalam semalam untuk menuntaskan hasrat buang air kecilnya. Kondisi ini biasa disebut dengan nokturia yang banyak disebabkan oleh gaya hidup yang kurang baik. Salah satu gejalanya bisa dialami oleh frekuensi kencing atau buang air kecil yang sering.

Meskipun sering kencing di malam hari terlihat sebagai kondisi kesehatan yang tidak terlalu bermasalah, tapi ada dampak tersembunyi di balik kondisi tersebut. Contohnya, kurang tidur akibat sering kencing di malam hari akan menyebabkan stress, capek dan mudah tersinggung, saat kualitas tidur malam Anda terganggu. Beberapa penyebab yang memicu frekeunsi kencing di malah hari, antara lain :

  • Sleep apnea

Sekitar 50% dari penderita sleep apnea mengalami ingin buang air pada tengah malam hari. Penderita gangguan tidur ini mengalami masalah pada penapasan. Ketika penderita mengupayakan dengan keras bernapas melawan saluran pernapasan yang tertutup, otot jantung meregang, sehingga menghasilkan hormon atrial natriuretic peptide. Hal inilah yang menyebabkan peningkatan produksi urin.

  • Gagal jantung kongestif atau lemah jantung

Ketidakmampuan memompa jantung secara normal, ditambah gravitasi, menyebabkan cairan menumpuk di kaki pada siang hari. Sedangkan pada malam hari, cairan di luar pengaruh gravitasi dan memasuki aliran darah yang menyebabkan produksi urin meningkat.

  • Diabetes

Pada malam hari, terjadi peningkatan glukosa pada ginjal, sehingga menarik banyak cairan ke dalam urin. Hal ini dapat meningkatkan pembentukan urin sehingga akan terjadi gangguan buang air kecil pada malam hari.

  • Bertambahnya usia

Pertambahan usia dikaitkan dengan berkurangnya kapasitas kandung kemih. Hormon antidiuretik yang diproduksi juga mulai berkurang, padahal hormon ini yang dapat menahan cairan tubuh. Otot kandung kemih pun menjadi lemah, sehingga urin menjadi sulit untuk ditahan di kandung kemih. (Obat Mata Ptosis)

  • Obat-obatan

Penggunaan obat seperti hydrochlorothiazide atau furosemide (Lasix) juga dapat menjadi menyebab nokturia. Terkadang orang tidak menyadari bahwa meminum obat tekanan darah ini di malam hari, padahal obat ini mengandung diuretik (obat yang meningkatkan pembentukan urin). Jika memang Anda perlu mengonsumsi obat ini, sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

  • Permasalahan pada saraf

Parkinson yang merupakan gangguan neurodegenerative, dan multiple sclerosis, merupakan penyakit autoimun. Keduanya melibatkan disfungsi sistem saraf otonom, sehingga dampak yang ditimbulkan adalah disfungsi kandung kemih yang parah dan permasalahan buang air kecil pada malam hari.

  • Infeksi saluran kencing yang kronis dan berulang

Gejala dari infeksi saluran kencing adalah demam, sensasi panas ketika buang air kecil, dan frekuensi buang air kecil yang terus-menerus. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang berkembang di saluran kencing. Untuk mengetahui Anda terinfeksi atau tidak, sebaiknya periksakan ke dokter.

  • Obesitas

Belum ditemukan penelitian yang akurat apakah obesitas dapat menyebabkan kondisi nokturia, tetapi obesitas abdominal selalu dikaitkan dengan peningkatan buang air kecil pada tengah malam hari.

  • Kehamilan

Nokturia juga bisa terjadi karena gejala kehamilan. Gejala ini dapat ditemui di awal masa kehamilan. Tetapi semakin bertambahnya usia kehamilan, semakin berkurang intensitas buang air kecil pada tengah malam hari, sebab sudah menjadi hal yang biasa ketika rahim menekan kemih.

  • Mengonsumsi alkohol dan kafein

Alkohol dan minuman berkafein biasanya merupakan diuretik. Berlebihan mengonsumsinya dapat menyebabkan buang air kecil di malam hari. Sebaiknya hindari mengonsumsinya menjelang malam, agar tidur Anda menjadi nyenyak.

Baca Juga : Hati-Hati, Kebiasaan Buruk Ini Dapat Memperburuk Diabetes

| Sering Buang Air Kecil Di Malam Hari? Mungkin Ini Penyebabnya |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *