Waspada, Kolesterol Tinggi Bisa Tingkatkan Risiko Stroke

Umumnya, masyarakat mengenal stroke sebagai penyakit yang dipicu oleh hipertensi atau tekanan darah tinggi. Padahal, selain hipertensi, tingginya kadar Kolesterol juga menjadi faktor risiko hipertensi. Waspada, Kolesterol Tinggi Bisa Tingkatkan Risiko Stroke.

Waspada, Kolesterol Tinggi Bisa Tingkatkan Risiko Stroke

Waspada, Kolesterol Tinggi Bisa Tingkatkan Risiko Stroke | Kolesterol tinggi masih menjadi momok penyakit untuk banyak orang. Namun sayang, masih banyak yang menyepelekannya. Bahkan banyak pula yang tidak tahu bahwa kondisi kolesterol tinggi dapat berujung pada stroke.

Hingga detik ini, stroke masih menempati posisi pertama “pembunuh” paling kejam di Indonesia. Data bahkan menunjukkan, dari 5 kematian yang terjadi setiap tahunnya, 1 di antaranya disebabkan oleh stroke. Tingginya angka kejadian stroke ini sudah seharusnya membuat semua orang waspada akan bahaya dan ancaman yang dibawa olehnya.

Menghindari pemicu stroke bisa jadi langkah tepat untuk mengurangi risiko kejadiannya di kemudian hari. Satu di antara langkah tersebut adalah menjaga kadar kolesterol tetap rendah. Berbagai penelitian membuktikan bahwa kolesterol tinggi bisa jadi biang kerok serangan stroke yang berpotensi mengancam nyawa. (Obat Pelangsing Tubuh Ideal)

Berkenalan dengan kolesterol

Pada dasarnya, kolesterol merupakan lemak yang dibentuk oleh tubuh dan berasal dari apa yang kita makan. Tidak selamanya kolesterol itu jahat. Ada juga kolesterol yang sifatnya baik dan dibutuhkan oleh tubuh.

Jenis kolesterol baik ini dinamakan high-density lipoprotein (HDL). Makin tinggi kadar HDL, makin baik untuk tubuh. HDL akan membantu seseorang untuk tetap sehat dan terhindar dari penyakit berbahaya seperti serangan jantung dan stroke.

Berkebalikan dengan HDL, jenis kolesterol jahat yang dinamakan low-density lipoprotein (LDL) sangat berbahaya bagi kesehatan. Bila jumlahnya berlebihan, kolesterol jahat ini akan menumpuk di dinding pembuluh darah.

Tidak hanya pembuluh darah kecil yang jadi korbannya, tapi juga pembuluh darah besar yang mengalirkan darah, oksigen dan makanan ke jantung dan otak. Bila sudah tersumbat, kesejahteraan dan kesehatan sel-selnya lah yang jadi korban utamanya.

Bagaimana seseorang menjaga dirinya dan menjalani hidup ternyata sangat memengaruhi jumlah kolesterol di dalam tubuhnya. Gaya hidup yang keliru dapat berkontribusi mendongkrak kadar kolesterol dan meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit perbahaya. Gaya hidup dan faktor risiko tersebut adalah sebagai berikut:

  • Makan makanan tinggi lemak
  • Memiliki berat badan berlebih
  • Kurang olahraga
  • Riwayat kolesterol tinggi di keluarga
  • Jenis kelamin (wanita yang sudah menopause lebih berisiko terkena kolesterol tinggi dibandingkan usia muda)

Bahaya kolesterol tinggi

Seperti yang sudah dijelaskan, kelebihan kolesterol dalam darah akan menumpuk di dinding pembuluh darah, baik pembuluh darah kecil maupun pembuluh darah besar.

Pembuluh darah kecil ini mengalirkan darah pada mata, ginjal, dan ujung jari tangan serta kaki. Tak hanya pembuluh darah kecil, pembuluh darah yang ukurannya lebih besar juga tidak luput dari intaian tumpukan kolesterol ini. Pembuluh darah besar tersebut mengalirkan darah ke jantung dan otak. Bila aliran darah terganggu akibat sumbatan, organ-organ ini yang jadi korbannya.

Pada pembuluh darah ke otak misalnya, tumpukan kolesterol akan menghambat aliran oksigen, makanan dan berbagai zat penting lainnya. Nah, sel sel yang kekurangan makanan dan oksigen ini perlahan akan menurun kondisinya, terhambat kerjanya dan lama-kelamaan mati. Matinya sel otak ditandai dengan serangan stroke.

Untuk mencegah terjadinya stroke, mengontrol kolesterol adalah salah satu kuncinya. Terapkanlah pola makan yang tepat dari sekarang. Biasakan konsumsi makanan yang bergizi seimbang dengan ragam menu yang sehat. Hindari sumber kolesterol jahat seperti gorengan, mentega, daging berlemak dan jeroan hewan. Sebaliknya, perbanyak makanan yang banyak mengandung lemak baik seperti salmon, tuna, sarden dan kacang-kacangan.

Kolesterol dalam batas normal memang diperlukan oleh tubuh. Namun kondisi kolesterol tinggi dapat meningkatkan terjadinya risiko stroke. Dengan menjaga pola makan sehat, kolesterol tetap terjaga stabil, risiko stroke pun dapat diminimalkan. Sekian dan semoga bermanfaat..

Baca Juga : Kekurangan Vitamin Bisa Dilihat Dari Kondisi Wajah, Ini Tandanya

| Waspada, Kolesterol Tinggi Bisa Tingkatkan Risiko Stroke |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *